Jumat, 07 Oktober 2011

Kelainan Cairan Tubuh








Kelainan cairan tubuh


Peran cairan
·          Air : bag. t’ besar dr komposisi tbh manusia.
·          Hampir   semua  reaksi di dlm tubuh manusia  memerlukan  cairan.
·          Agar  metabolisme   tubuh b’ jln dgn baik dbthkn masukan cairan setiap hari  u/  m’ gantikan cairan yg hilang.

Fungsi cairan tubuh antara lain :
          1.        Mengatur suhu tubuh
         2.        Melancarkan peredaran darah
         3.        Membuang racun dan sisa makanan
         4.        Kulit
         5.        Pencernaan
         6.        Pernafasan
         7.        Sendi dan otot
         8.        Pemulihan penyakit

Materi
·          Edema
·          Dehidrasi

Edema
Definition
·          Edema : timbunan abnormal sejumlah cairan di dlm ruang jaringan intersel or ruangan tubuh.
·          Brp  me nya volume cairan ekstraselular & intravaskuler , dgn penimbunan cairan dlm sela sela jaringan & rongga serosa.
·          Dpt b’ sifat setempat / umum.

Penyebab edema
·          Peningkatan permeabilitas
·          Peningkatan tekanan hydrostatis
·          Penurunan tekanan oncotic
·          obstruksi limfatik





Pertukaran cairan normal : 
Diatur o/ tek. hydrostatic & tek. osmotic ddlm & diluar  intravascular
·          Tek. hidrostatik & osmotic cairan interstisial m’ gerakan cairan keluar mll dinding kapiler.
·          Tek. Osmotic intravascular dan tekanan cairan interstisial m’ gerakn cairan ke intravascular.
·          Tek. hidrostatik (35 mm Hg) & sedikit me  di ujung venula (12 – 15 mm Hg)
·          Tekanan Osmotik (20 – 25 mmHg)

Edema

v  Penyebab
Ø  Lebih cairan daun kapiler dari masukkan:
1.      Jika tekanan hydrostatis kapal pada peningkatan (misalnya, gangguan drainase vena, gagal jantung kongestif)
-       sisi kanan ---> perifer (subkutan) edema : sisi kiri ----> edema paru

2.     Penurunan tekanan plasma oncotic (hypoproteinemia - albumin)
-       sindrom Nephritic - kehilangan protein dalam ginjal
-       Menurunnya produksi albumin dalam hati selama sirosis

3.     Vascular permeabilitas diubah (tanggapan alergi membebaskan histamin, peradangan akut, luka bakar)

v  Penyebab (sambungan)
Ø  Peningkatan retensi natrium
·          Primer Assoc dengan gangguan ginjal
·          Sekunder - terjadi pada gagal jantung kongestif
-       Penurunan cardiac output ---> penurunan aliran darah ginjal ---> aktivasi sistem renin-angiotensin ---> retensi diaktifkan ---> aldosteron natrium dan air

Ø  Penyumbatan limfatik
·          Hasil dalam limfatik









Urutan peristiwa yang menyebabkan edema sistemik




Perub. Morfologi akibat edema
Ø  Tempat  edema (plng srng) pd jar. Ikat yg longgar : subkutis, ekstremitas dan paru.
Ø  Edema jaringan subkutis bengkak & kulit m’ regang. Ex. daerah periorbital & sekitar genitalia.
Ø  Edema pd bag. bawah tbh  manifestasi Right Ventrikel Failure.








Edema
·          Dua penting jenis edema karena gagal jantung

v  Edema Paru
·          Akumulasi cairan dalam alveoli paru-paru
·          Disebabkan oleh tekanan hidrostatik meningkat di ranjang vaskuler paru akibat gagal jantung kiri samping.

v  Peripheral (subkutan) edema
·          Akumulasi cairan di dalam jaringan subkutan
·          Disebabkan oleh tekanan hidrostatik meningkat pada sistem vena sistemik akibat gagal jantung sisi kanan.

v  Jenis edema (sambungan)
Ø  Transudate
·          Menyebabkan peradangan  edema cairan yang dihasilkan dari tekanan hidrostatik intravaskuler diubah atau tekanan osmotik
-           rendah kandungan protein dan berat jenis  <1,012

Ø  Eksudat
·          Edema cairan dari permeabilitas pembuluh darah meningkat sebagai akibat dari peradangan
-           kandungan protein tinggi dan berat jenis > 1,020
-           Mengandung sejumlah besar leukocoytes inflamasi yang sering mengkonsumsi hasil glukosa dan dengan demikian dalam kadar glukosa menjadi sangat berkurang
v  Jenis edema
Ø  Anasarca
·          Generalized edema
Ø  Hydrothorax
·          Akumulasi cairan dalam rongga pleura
Ø  Hydropericardium
·          abnormal akumulasi cairan dalam rongga pericardial
-           bisa mengakibatkan temponade jantung
Ø  Hydroperitoneum (asites)
·          abnormal akumulasi cairan dalam rongga peritoneal





Edema Akibat tek. kapiler yg me tjd pd :
1)     Kongesti pasif akibat obstruksi mekanik pd vena tek. drh vena me .
2)     Edema Kardial tjd k/ tekanan vena me dsbbkn payah jantung  mengenai bagian plg bawah yi pd kaki penderita.
3)     Obstruksi portal
pd sirosis hepatis tekanan dlm v. portae me cairan dlm rongga peritoneum (asites)
4)     Edem Postural
pd org yg berdiri terus menerus, lama tjd edema pd kaki & pergelangan kaki



Pitting edema of the subcutaneous tissues


Edema otak.

·          Tjd  peningkatan   volume   otak b’ tambahnya   kandung   air   jaringan.
·          akibat trauma, meningitis, ensefalitis, krisis hipertensi.
·          Otak sngt m’bengkak p’sempitan sulkus & p’ besaran girus, substansia alba tampak lembek seperti gelatin disertai pelebaran substansia grisea.
·          jenis  edema  otak;  vasogenik,   sitotoksik,  hidrostatik,  hipo-osmolar dan interstitial.
·          Isi intrakranial utama adalah  otak,  darah  &  CSS  k/  bila volume bertambah  peninggian  TIK
·          TIK  normal  pd keadaan istirahat  : 10 mmHg  (136  mmH2O).
·          Bl timbul massa yg baru ddlm kranium : tumor,  abses /bekuan   darah,  akan   menggeser   isi  intrakranial normal.
ARR67Z2CACKMZYTCA500ZWTCAPDR61DCAL3R2X0CAJGGLWMCACAZ06YCAXK0BGTCA24YMEGCASCOY8ZCADAXINTCA3YV2XYCAYPEJM4CAFXSQR4CAV41K52CAX3V3NHCAERVVBZCALHUAJ1CANBTY52CAW6CAYA.jpg
Ankle edema
·          adlh pembengkakan pd tungkai bawah yg disbbkn o/ penumpukan cairan pd kaki tsbt.
·          Faktor yg b’ peran  : kadar protein (albumin) rendah, fungsi pompa jantung me , sumbatan pemb.drh /pemb. limfe, peny. liver  & ginjal kronis, posisi tungkai  t’lalu lama trgntng (gravitasi).
·          Dpt tjd pd kedua tungkai ttp dpt jg tjd pd satu tungkai sj.


Edema paru
·          adlh akumulasi cairan di paru-paru secara tiba-tiba akibat peningkatan tekanan intravaskular.
·          tjd o/ k adanya aliran cairan dr  drh ke ruang intersisial paru ke alveoli paru,  melebihi aliran cairan kembali ke darah /mll sal. limfatik
·          dibedakn o/ k  sbb Kardiogenik &  Non Kardiogenik.
·          Edema Paru Kardiogenik dsbbkn o/ adanya Payah Jantung Kiri apapun sebabnya.

Mekanisme
cairan dari bag. dalam pembuluh2 drh
merembes keluar pemb. drh ke jaringan2  sekelilingnya,
pembengkakan.



·           tjd k/ tll  bnyk tekanan dlm pemb. drh /tdk ada cukup protein2 dlm aliran darah u/ menahan cairan dlm plasma.
·          Gejala yang paling umum dari pulmonary edema adalah sesak napas
·          Gejala lain : mudah lelah, lebih cepat mengembangkan sesak napas daripada normal dengan aktivitas yang biasa (dyspnea on exertion), napas yang cepat (tachypnea), kepeningan,kelemahan.

Peny. dasar psbb edema paru kardiogenik dibagi
1.      Peningkatan Afterload (Pressure overload) : Tjd beban yg b’lebihn thdp ventrikel pd saat sistolik. Ex. Hipertensi dan Stenosis Aorta.
2.     Peningkatan preload (Volume overload) : Tjd beban yg b’ lebihn saat diastolik.
Ex. Insufisiensi Mitral, Insufisiensi Aorta, & penyakit jantung dgn left-to-right shunt (Ventricular Septal Defect).
3.     Gangguan Kontraksi Miokardium Primer : Pd Infark Miokard Akut jaringan otot yg sehat b’krng, pd Kardiomiopati Kongestif tdpt g3 kontraksi miokardium .

Gejala klinis
·          sesak m’ dadak,
·          sangat gelisah,
·          batuk b’ buih kemerahan,
·           merasa seperti tenggelam.
·          Posisi lebih enak duduk, megap-megap.
·          napas yg cepat, pernapasan cuping hidung, retraksi interkostal &  fosa supraklavikularis saat inspirasi.
·          banyak keringat dgn kulit yg dingin
·          sianotik . (tahap terahir)

Dehidrasi
Definition :
·          s/ gnggan dlm keseimbangan air, disertai ”output” yg melebihi ”intake” jumlah air dtbh b’kurang.
·           jg disertai gnggn elektrolit.
·           dpt tjd k/
            a. Water depletion/dehidrasi primer,
            b. Sodium Depletion ( dehidrasi sekunder).
            c. Water and Sodium depletion bersama sama.

tbgi 3 jenis bdsrkan penurunan berat badan, yi :
·          Dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 5 persen dari berat badan),
·          dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan),
·          dehidrasi berat (jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan).

Dlm kondisi normal, kehilangan cairan dpt tjd :
·          Bernafas
·          Kondisi cuaca sekitar
·          Berkeringat
·          Buang air kecil dan buang air besar.
Apakah yang menyebabkan dehidrasi ?
·          Diare.  plng srg msbbkn kehilangan cairan dlm jmlh besar.
·          Muntah. srg msbbkn dehidrasi.
·          Berkeringat.
·          Diabetes.
·          Luka bakar
·          Kesulitan minum.

Apakah gejala dan tanda dehidrasi ?
Respon awal  :
·          Rasa haus u/ me kan pemasukan cairan.
·          Pe  produksi kencing u/ me  seminimal mgkn cairan yg keluar. tdk t’tanggulangi msk ke kondisi slnjtny yi :

gejala dehidrasi sesuai tingkatannya :
v  Dehidrasi ringan
·          Muka memerah
·          Rasa sangat haus
·          Kulit kering dan pecah-pecah
·          Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya
·          Pusing dan lemah
·          Kram otot terutama pada kaki dan tangan
·          Kelenjar air mata berkurang kelembabannya
·          Sering mengantuk
·          Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang

v  Dehidrasi sedang
·          Tekanan darah menurun
·          Pingsan
·          Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung
·          Kejang
·          Perut kembung
·          Gagal jantung
·          Ubun-ubun cekung
·          Denyut nadi cepat dan lemah



v  Dehidrasi Berat
·          Kesadaran berkurang
·          Tidak buang air kecil
·          Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab
·          Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba
·          Tekanan darah menurun drastis hingga tidak dapat diukur
·          Ujung kuku, mulut, dan lidah berwarna kebiruan

dehidrasi.jpg
Bagaimana mengobati dehidrasi ??
·          Prinsip utama pengobatan  : p’ gantian cairan.
·          dpt brp : banyak minum bl minum gagal infus.
·          Keberhasilan penanganan  dilihat dr produksi kencing.




Bbrp langkah yg dpt dilakukan di rumah u/ m’cegah tjdnya dehidrasi a.l :
·          dpt diberikan pengobatan awal u/ m’cegah kehilangan cairan yg lebih lanjut.
·          Obat penurun panas dpt diberikan.
·          minum sbnyk mgkn dg cara b’ tahap namun frekuensinya ditingkatkan.

air setiap hari yang bisa didapat dari :
-           Air putih yang higienis/air mineral
-           Air berion
-           Jus buah